Segarnya “Bir” Kesukaan Sultan Yogyakarta

bir pletok

Bir tradisional tak hanya bisa ditemukan di Jakarta yaitu bir pletok, atau Bogor dengan bir kocok. Yogyakarta pun punya bir jawa. Minuman ini bahkan merupakan suguhan khas dari keluarga Keraton Yogyakarta.

KompasTravel mencicipi minuman ini dalam jamuan makan malam di salah satu restoran yang dipercaya melestarikan resep-resep asli keraton, yaitu Bale Raos.

Sajian bir jawa terlihat amat mirip dengan bir beralkohol dari negara barat. Bir jawa berwarna kuning transparan, dengan buih-buih udara yang menggantung di permukaan.

Namun, sama seperti bir tradisional Indonesia lainnya, bir jawa tidak mengandung alkohol. Selain itu dari aromanya sudah bisa ditebak bahwa minuman ini mengandung rempah.

“Ini diminum untuk menghormati tamu Belanda. Kan sultan tidak minum alkohol, jadi pake bir jawa untuk bersulang,” ungkap Muhammad Toha, Supervisor Bale Raos pada KompasTravel yang datang dalam acara media trip Yogyakarta Marriott Hotel, Sabtu.

Muhammad menambahkan bahwa minuman penghangat khas Keraton Yogyakarta ini bisa disajikan dingin maupun hangat. Diramu dari campuran rempah yakni sereh, kulit kayu secang, mesoyi, kayu manis, kapulaga, jeruk nipis, cengkeh, dan jahe.

“Jeruknya yang bikin warna jadi kuning. Secang kan warnanya merah, tapi kalau dikasih jeruk, jadi kuning mirip bir,” pungkas Toha.

Mendengar komposisinya, KompasTravel menduga rasa rempahnya akan sangat kuat. Namun tenyata bir jawa ini begitu segar dengan rasa manis yang tipis. Terasa hangat di tenggorokan, tidak seperti jamu pada umumnya.

Untuk menikmati segelas minuman tradisional ini, Anda dapat membelinya seharga Rp 20.000 di Resto Bale Raos. Resto ini berada di sisi selatan Keraton Yogyakarta, tepatnya di Jalan Magangan Kulon No 1, Desa Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta.

Resto ini buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Harga hidangannya mulai Rp 15.000 untuk hidangan pembuka dan Rp 50.000 untuk hidangan utama.

sumber : kompas.com

admin0904

Artikel Terkait